business letter semi block style

CONFIRMATION OF ORDER 

 

INTERNATIONAL GARMENT CORPORATION OF INDONESIA

Jln. Panglima Polem Raya No. 21

Surabaya 10012

Order Form

 

Date: 2 May, 2013

To: Bandung Continental Hotel

14 Jln Papandayan

Bandung 20001

Jawa Barat

 

Purchase Order: No. 326T

 

No

Items

Number of Item

Catalogue Number

Price per Unit (Rp)

Total Price (Rp)

1

Towel

300

245 M

 25,000.00

  7,500,000

2

Blanket

200

176 T

 30,000.00

  6,000,000

3

Bed-cover

100

370 S

 50,000.00

  5,000,000

4

Napkin

300

192 R

    8,000.00

  2,400,000

5

Carpet

  30

087 P

300,000.00

  9,000,000

       

Total Value

29,900,000

Walter D.Spencer

Purchase Manager

PLACING ORDERS

INTERNATIONAL GARMENT CORPORATION OF INDONESIA

Jln. Panglima Polem Raya No. 21

Surabaya 10012

 

 

 

Ref:SS /MM/14F

Our ref: WS/NC/2B

 

2nd May, 2013

Mr. Walter D. Spencer

Purchase Manager

Bandung Continental Hotel

14 Jln Papandayan

Bandung 20001

Jawa Barat

 

Dear Mr. Walter,

 

 

Subject: Purchase order No. 326T

 

Thank you for your letter of 4 April, enclosing your catalogue, price-list, and terms of payment.

 

 

We have studied your catalogue very carefully and are very pleased with the quality of the typewriters you offered.

 

 

We enclose our hotel purchase order and shall pay for the typewriters by banker’s transfer on receipt of your pro-forma invoice.

 

 

 

Yours sincerely,

 

 

 

Setevy I. Sukmawati

Marketing Manager

 

Enc : 1

Leave a comment »

Block Style

INTERNATIONAL GARMENT CORPORATION OF INDONESIA

Jln. Panglima Polem Raya No. 21

SURABAYA, 10012

INDONESIA


Ref         : SS/LG/14F                                                               11Th April, 2013

Mr. Walther D. Spencer

Purchase Manager

Bandung Continental Hotel

14 Jaln. Papandayan

Bandung, WJ 20001

Dear Mr. Walther,

As you have placed many orders with us in the past, we have decided to make you a special offer of our products.

We are able to offer a special discount 15 percent on all orders above Rp 15.000.000,00.

We should be plased to welcome you to our show-room at any time to give you a demonstration.

                                                                                                                                Yours sincerely,

                                                                                                                                Setevy I. Sukmawati

                                                                                                                                Marketing Manager

Encl : 3

Leave a comment »

Business Letters Full Block Style

CAMBRIDGE ELECTRONIC CORPORATION

231 Blackmore Street

New York, N.Y. 20011 USA

Ref      : JS/LL/12B                                                                    17th April, 2013

Messrs. Johnson Smith & Carlton Ltd

Managing Director

16 Fifth Avenue Street

Los Angeles, USA

Dear Sirs,

We have to remind you that your account for televisions ordered on 12 February has not yet been paid. Discount cannot now be allowed.

You will remember that we went to some trouble to meet your payment.

A copy of the statement is enclosed, and we shall be glad to receive your cheque by return.

Yours faithfully,

Jonatan R.Smith

Managing Director

Encl.1

Leave a comment »

Coklat

10 COKLAT YUMI DI DUNIA

1. Lindt & Spugli Chocolates

Lindt & Spugli merupakan perusahaan coklat Swiss premium dan kembang

gula. Lindor dan Gold Bunny adalah produk-produk terkenal karyanya

2. Ghirardelli

Ghirardelli adalah perusahaan coklat asal Amerika yang merupakan anak

perusahaan Lindt & Spugli. Perusahaan ini sangat memperhatikan setiap

aspek dari proses  produksi coklat. Ghirardelli memilih biji coklat yang

terbaik kemudian menghilangkan bagian luar kulit coklat dan memanggang

bagian dalam biji.

3. Ferrero Rocher

Ferrero Rocher dibuat oleh Ferrero Spa. Coklat ini dibuat dari hazelnut

panggang dibalut dengan wafer tipis penuh dengan krim hazelnut dan

ditutup oleh coklat susu, potongan hazelnut, dan walnut.

4.Thortons

Thortons merupakan perusahaan coklat asal Inggris yang membuat Toffee

spesial. Coklatnya merupakan coklat hitam dan coklat susu, yang dibuat

dengan menggunakan 5 biji coklat terbaik di seluruh dunia dan dipilih

sesuai ciri khas karakter, rasa, dan aroma mereka.

5. Hershey’s

Hershey’s, adalah peusahaan coklat tertua diAmerika dan ikon Amerika

untuk coklat batang.Slh satu jenisyg plg terkenal jenis kisses.

6. Guylian

Guylian merupakan perusahaan coklat asal Belgia. Coklat Guylian terkenal

dengan bentuk kulit kerangnya yang berisi praline.

7. Godiva

Coklat Godiva terbuat dari kombinasi bermacam-macam coklat seperti

coklat susu, coklat hitam, dan coklat putih; coklat susu dengan karamel

yang lembut; coklat susu dengan almond; coklat hitam dengan raspberry.

Beberapa produk Godiva yaitu The Almond Butter Dome, Cinnamon Blush.

Coffee Feather, Open Oyster; Almond Praline Raindrop, Pecan Caramel

Duet, dan banyak lagi.

8. Neuhaus

Pendirinya bernama Jean Neuhausjunior, merupakan pencipta coklat Praline

sekitar 100 tahun yang lalu.

9. Richart

Coklat Richart ditujukan bagi pecinta coklat di seluruh dunia. Box coklat

yang berisikan blok-blok coklat bermacam bentuk dan warna menawarkan

sensasi rasa yang berbeda pada setiap bloknya.

10. Noka

Noka memfokuskan pada coklat hitam murni berkualitas tinggi tanpa campuran

vanilla atau kedelai.

Sumber : http://denucoklat.multiply.com/journal/item/27/10-Coklat-Terenak-di-Dunia

1 2 3 4 5 6 7 8 9 OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Leave a comment »

ETIKA

ETIKA BERMUSIK

    Musik merupakan susunan nada yang akan menghasilkan karya seni yang indah untuk di dengar, yang bisa membuat suasana gembira atau menghibur. Musik juga dapat mempersatukan anatar negara di dunia.

   Seringkali kita mendengar rebut-ribut dengan persoalan sebuah karya seni seseorang seperti, pembajakan musik, lagu secara digital, hak cipta, dsb. Dalam bermusik tentu harus ada etika, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari tetapi dalam seni juga harus ada etika. Salah satu band di Indonesia yaitu  Platinoem Band yang berformasikan 5 personil ini dengan kaya-karya mereka :

  1. Platinoem Band “Bukan Untukku”
  2. Platinoem Band “Biarkanlah”
  3. Platinoem Band “The Winner”
  4. Platinoem Band ft Rindu AFI “Indah”

Dari analisis yang dapat di simpulkan mengenai etika adalah sebagai berikut :

  1. Etika lagu yang berjudul “Bukan Untukku” ini adalah ciptaan Yovie Widianto tentang Hak Cipta, tidak ada masalah karena dari pihak platinoem band dengan penciptanya sudah mengurus hak cipta atas ciptaan. Lagu bukan untukku ini sebelumnya sudah pernah di bawakan oleh Rio Febrian sekitar tahun 2002, pendapat saya, coba bawakan lagu yang sudah pernah di nyanyikan oleh orang lain, bisa membawakannya lebih bagus dari sebelumnya, itu akan terasa lebih fresh di dengarnya.
  2. Etika dalam lirik lagu tidak ada masalah, Menurut saya, lirik lagu The Winner bagus tentang persahabatan, “I LIKE IT”.
  3. Etika dalam MV tidak ada masah, tidak menyinggung atau menampilkan hal yang menjurus arah negative. Saya menilai dari MV The Winner kurang pas cara menunjukan jalan cerita di MV tersebut,awalnya sudah bagus namun kebelakangnya kurang bagus.

            Jika saya menjadi manager band tersebut saya akan melakukan promosi sebagai berikut :

  1. Foto-foto band dengan konsep yang mencerminkan karakter band tersebut
  2. Promosi di dunia maya, dengn RBT, membuat website sebagus mungkin
  3. Promo di media seperti :

Media cetek secara berkala ( majalah, flyer, liflet paster etc.)

Media Auditif ( Radio, jingle, spot, iklan )

Media televisi ( Video clip, video live, talk show ) di beberapa stasiun televisi.

Menjaga kualitas band dan selalu melakukan inovasi dalam bermusik tetapi tidak keluar dari karakter.

Platinoem band tidak melanggar etika bermusik, untuk vocal dan skill bermain alat musiknya sudah cukup bagus, terus berkarya, warnai industri music Indonesia, terus berinovasi, jangan menjadi band yang cepat melejit dan cepat hilang, pertahankan karyanya. Fighting !!!!^0^

Leave a comment »

Teori Etika Bisnis

1. Pengertian Etika dan Moral

Etika

Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.

Tujuan etika dalam pandangan filsafat ialah mendapatkan ide yang sama bagi seluruh manusia disetiap waktu dan tempat tentang ukuran tingkah laku yang baik dan buruk sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran manusia. Akan tetapi dalam usaha mencapai tujuan itu, etika mengalami kesulitan, karena pandangan masing-masing golongan dunia ini tentang baik dan buruk mempunyai ukuran (kriteria) yang berlainan. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).

Moral

Moral (Bahasa Latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang memiliki nilai implisit karena banyak orang yang memiliki moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus memiliki moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama.

2.      Macam-macam Norma dan sangsinya

Norma dalam sosiologi adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya.

Sanksi yang diterapkan oleh norma ini membedakan norma dengan produk sosial lainnya seperti budaya dan adat. Ada/ tidaknya norma diperkirakan mempunyai dampak dan pengaruh atas bagaimana seseorang berperilaku.

Norma dalam Masyarakat

a. Norma agama

Norma agama adalah petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang disampaikan melalui utusan-Nya yang berisi perintah, larangan dan anjuran-anjuran.
Contoh-contoh norma agama ialah:

  • Rajin beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan, berdoa sebelum makan, sebelum  tidur, sebelum perjalanan, sebelum belajar, sebelum memasuki tempat   ibadah, dll.
  • Mencegah dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama.
  • Mengimani adanya Tuhan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

b. Norma kesusilaan

Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari hati nurani (batin) manusia agar manusia selalu berbuat kebaikan dan tidak melakukan perbuatan yang tercela. Pada dasarnya setiap manusia memiliki hati nurani yang sama dan selalu mengajak pada kebaikan dan kebenaran. Karenanya, ketika melakukan pelanggaran terhadap teguran hati nurani, akan timbul penyesalan dan rasa kecewa yang mendalam. Inilah sanksi yang diterima saat melanggar norma kesusilaan. Contoh norma kesusilaan antara lain berkata dan berbuat jujur, berbuat baik pada sesama manusia, menghindari rasa iri dan dengki serta tidak menyombongkan diri.

c. Norma kesopanan

Norma sopan santun adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok itu. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, atau waktu.

Contoh-contoh norma kesopanan ialah:

  1. Menghormati orang yang lebih tua.
  2. Menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan.
  3. Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan sombong.
  4. Tidak meludah di sembarang tempat.
  5. tidak menyela pembicaraan.

Norma kesopanan sangat penting untuk diterapkan, terutama dalam bermasyarakat, karena norma ini sangat erat kaitannya terhadap masyarakat. Sekali saja ada pelanggaran terhadap norma kesopanan, pelanggar akan mendapat sanki dari masyarakat, semisal cemoohan. kesopanan merupakan tuntutan dalam hidup bersama. Ada norma yang harus dipenuhi supaya diterima secara sosial.

Sanksi bagi pelanggar norma kesopanan adalah tidak tegas, tetapi dapat diberikan oleh masyarakat yang berupa cemoohan, diasingkan serta di permalukan.

d.  Norma hukum

Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, misalnya pemerintah, sehingga dengan tegas dapat melarang serta memaksa orang untuk dapat berperilaku sesuai dengan keinginan pembuat peraturan itu sendiri. Pelanggaran terhadap norma ini berupa sanksi denda sampai hukuman fisik (dipenjara, hukuman mati).

Norma hukum

  • Aturannya pasti (tertulis)
  • Mengikat semua orang
  • Memiliki alat penegak aturan
  • Dibuat oleh penegak hukum
  • Bersifat memaksa
  • Sanksinya berat

            Norma sosial

  • Kadang aturannya tidak pasti dan tidak tertulis
  • Ada/ tidaknya alat penegak tidak pasti (kadang ada, kadang tidak ada)
  • Dibuat oleh masyarakat
  • Bersifat tidak terlalu memaksa
  • Sanksinya ringan

3.      Teori Etika

Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
– Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
– Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
– Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :
1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
a. ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
b. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
a. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandangan-pandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup. Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :
1. Sikap terhadap sesama
2. Etika keluarga
3. Etika profesi
4. Etika politik
5. Etika lingkungan
6. Etika idiologi

Pengertian & Contoh dari Etika Teleologi, Deontologi
a. Etika Teleologi
dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
– Egoisme Etis
– Utilitarianisme
Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Contoh : kewajiban untuk menepati janji
b. Deontologi
Dalam pemahaman teori Deontologi memang terkesan berbeda dengan Utilitarisme. Jika dalam Utilitarisme menggantungkan moralitas perbuatan pada konsekuensi, maka dalam Deontologi benar-benar melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensi perbuatan. ”Deontologi” ( Deontology ) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Di sini kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik, karena dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak bisa ditawar lagi karena ini merupakan suatu keharusan.
Contoh : kita tidak boleh mencuri, berbohong kepada orang lain melalui ucapan dan perbuatan.
c. Teori Hak
Teori hak adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan dan perilaku.
Contoh : Hak seseorang untuk menganut agama yang mereka pilih.
d. Teori Keutamaan
adalah disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh :
• Kebijaksanaan, misalnya, merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi.
• Keadilan adalah keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya.
• Suka bekerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas – malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan.
• Hidup yang baik
Sikap Yang di Sukai dalam Pergaulan Sehari-hari

4.  Secara umum etika dibagi menjadi 2

Etika umum dan etika khusus. Etika umum adalah etika yang berbicara mengenai  norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis. Sedangkan etika khusus adalah penerapan prinsip atau norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Etika khusus ini dibagi meliputi 3 jenis, yaitu etika individual, etika social, dan etika lingkungan hidup.

Etika individual adalah etika yang lebih menyangkut tentang kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. Etika social lebih mengutamakan kewajiban, hak, sikap, dan pola perilaku manusia sebagai makhluk social dalam interaksinya dengan sesamanya. Sedangkan etika lingkungan hidup berbicara mengenai hubungan manusia yang berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung dengan lingkungan hidupnya secara keseluruhan.

5.  Mitos Bisnis Amoral

Bisnis adalah bisnis.bisnis jangan di campur adukan dengan etika. Demikianlah beberapa ungkapan yang sering kita dengar yang menggambarkan hubungan antara bisnis dan etika sebagai dua hal yang terpisah satu sama lain. Ungkapan-unngkapan yang oleh De George disebut sebagai mitos bisnis amoral. Ungkapan atau mitos ini menggambarkan dengan jelas anggapan atau keyakinan orang bisnis sejauh mereka menerima mitos seperti itu tentang dirinya, kegiatannya, dan lingkungan kerjanya. Yang mau di gambarkan disini adalah bahwa kerja adalah berbisnis dan bukan beretika. Karena kegiatan orang bisnis adalah melakukan bisnis sebaik mungkin untuk mendapatkan keuntungan maka yang menjadi pusat perhatian orang bisnis adalah bagaimana memproduksi.

Untuk memperlihatkan kebenaran mitos bisnis  amoral tersebut, bisnis diibaratkan sebagai permainan judi,yang dapat menghalalkan segala cara untuk menang, Untuk memperoleh keuntungan.atas dasar ini,muncul beberapa argumen yang pada dasarnya mau memperlihatkan bahwa antara bisnis dan etika ada hubungan sama sekali.

Pertama bisnis adalah sebuah bentuk persaingan(yang mengutamakan kepentinaan peribadi).sebagai sebuah bentuk persaingan semua orang yang terlibat di dalamnya selalu berusaha dengan segala macam cara upaya untuk menang.

Kedua, aturan yang di pakai dalam permainan penuh persaingan itu berbeda dari aturan yang ada dan di kenal dalam kehidupan sosial pada umumnya.damikian pula. Aturan bisnis jelas berbeda dari aturan sosial dan moral pada umumnya.

Ketiga orang bisnis yang masih mau mematuhi aturan moral akan berada dalam posisi yang tidak menguntung kan di tengah persaingan ketat tersebut. Dengan  itu etika  dan moral akan kalah, merugi dan tersingkir dengan sendirinya.

Kesimpulannya : bisnis dan etika adalah dua hal yang berbeda dan terpisah satu sama lain.

Bahkan sebagaimana diungkapkan salah satu argumen di atas,etika justru bertentangan dengan bisnis dan akan membuat pelaku bisnis kalah dalam persaingan bisnis yang ketat.Maka orang bisnis itu perlu memperlihatkan imbauan-imbauan,norma-norma moral namun,tanpa Mengabaikan kenyataannya adanya pratek  bisnisyang tidak etis dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis memang diibaratkan dengan judi bahkan sudah di anggap sebagai semacam permainan judi atau persaingan ketat namun bisnis tidak sepenuhnya seratus persen judi atau permainan. Dalam bisnis orang mempertaruhkan dirinya,nama baiknya,seluruh hidupnya,keluarganya hidup serta karyawannya beserta keluarga mereka,serta nasib manusia pada umumnya.

Seperti di katakan Richard De George,”bisnis seperti kebanyakan  kegiatan sosial lainnya, menggadaikan suatu latar belakang moral,dan mustahil  bisa di jalankan tanpa ada latar belakang moral seperti itu. Adapun moralitas adalah minyak yang menghidupkan serta lem yang merekatkan seluruh masyarakat. Dengan itu setiap relasi bisnis selalu bekerja dengan harapan dan tuntutan agar lawan bisnis melakukan secara fair dengan palig kurang dengan memenuhi kesepakatan yang telah di buat. Dalam opersi bisnis,semua pihak sudah dengan sendirinya. Atas dasar ini ,bisnis yang berhasil juga sebagian besar ditentukan dan di ukur berdasarkan  nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat itu,termasuk nilai dan moral dan operasi bisnis tidak hanya oleh kiat bisnis murni,melainkan juga penghayatan nilai dan moral social.

6.      Prinsip-Prinsip Etika Bisnis

          Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan.

Muslich (1998: 31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis yaitu :

Prinsip otonomi
adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Atau mengandung arti bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.

Prinsip Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.

Prinsip Tidak Berniat Jahat ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
Prinsip keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada konsumen, dan lain-lain,menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.

Prinsip Hormat pada Dri Sendiri, Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.

Menurut salah satu sumber yang penulis kutip ada lima prinsip etika bisnis menurut Keraf (1994:71-75) diantaranya adalah :

  1. Prinsip Otonomi. Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri. Bertindak secara otonom mengandaikan adanya kebebasan mengambil keputusan dan bertindak menurut keputusan itu. Otonomi juga mengandaikan adanya tanggung jawab. Dalam dunia bisnis, tanggung jawab seseorang meliputi tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, pemilik perusahaan, konsumen, pemerintah, dan masyarakat.
  2. Prinsip Kejujuran. Prinsip kejujuran meliputi pemenuhan syarat-syarat perjanjian atau kontrak, mutu barang atau jasa yang ditawarkan, dan hubungan kerja dalam perusahaan. Prinsip ini paling problematik karena masih banyak pelaku bisnis melakukan penipuan.
  3. Prinsip Tidak Berbuat Jahat dan Berbuat Baik. Prinsip ini mengarahkan agar kita secara aktif dan maksimal berbuat baik atau menguntungkan orang lain, dan apabila hal itu tidak bisa dilakukan, kita minimal tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau mitra bisnis.
  4. Prinsip Keadilan. Prinsip ini menuntut agar kita memberikan apa yang menjadi hak seseorang di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya.
  5. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri. Prinsip ini mengarahkan agar kita memperlakukan seseorang sebagaimana kita ingin diperlakukan dan tidak akan memperlakukan orang lain sebagaimana kita tidak ingin diperlakukan.

7.      Kelompok Stakeholders

Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan. Mengapa demikian? Karena, semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholders. Stakeholders adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh terhadap perusahaan. Ada dua jenis stakeholders yang berpengaruh terhadap perusahaan, yaitu internal stakeholders dan external stakeholders. Investor, karyawan, manajemen, dan pimpinan perusahaan sebagai internal stakeholders bersama-sama dengan pelanggan, asosiasi pedagang, kreditor, pemasok, pemerintah, masyarakat umum, dan kelompok khusus yang berkepentingan terhadap perusahaan sebagai external stakeholders semuanya sangat menentukan keputusan-keputusan perusahaan dan menentukan keberhasilan perusahaan. Menurut Zimmerer (1996:21) ada 8 kelompok stakeholders yang mempengaruhi keputusan-keputusan bisnis, yaitu :

(1)   Para Pengusaha dan Mitra Usaha

Selain merupakan pesaing, para pengusaha juga merupakan mitra. Sebagai mitra. Para pengusaha merupakan relasi usaha yang dapat bekerja sama dalam menyediakan informasi atau sumber peluang, misalnya akses pasar, akses bahan baku, dan akses sumber daya lainnya. Bahkan mitra usaha dapat berperan sebagai pemasok, pemroses, dan pemasar. Mereka secara bersama-sama menentukan harga jual atau harga beli, menentukan daerah pemasaran, dan menentukan standar barang dan jasa. Loyalitas mitra usaha akan sangat bergantung pada kepuasan yang mereka terima (bagian dari stakeholders satisfaction) dari perusahaan.

(2)   Petani dan Perusahaan Pemasok Bahan Baku

Petani dan Perusahaan berperan dalam menyediakan bahan baku. Pasokan bahan baku yang kurang bermutu dan pasokan yang lambat dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Oleh sebab itu, petani dan perusahaan yang memasok bahan baku merupakan faktor yang mempengaruhi keputusan bisnis. Keputusan dalam menentukan kualitas barang dan jasa sangat tergantung juga pada pemasok bahan baku. Sebagai contoh, untuk menghasilkan produk jamu “Air Mancur” atau “Jamu Jago” yang berkualitas tinggi sangat diperlukan bahan baku yang berkualitas yang dihasilkan oleh para petani. Jadi, bahan baku yang berkualitas sangat tergantung pada loyalitas para petani dalam menghasilkan bahan baku. Sebaliknya, loyalitas petani penghasil bahan baku yang tinggi sangat tergantung pada tingkat kepuasan yang mereka terima dari perusahaan baik dalam menentukan kepuasan harga jual bahan baku maupun dalam bentuk insentif lainnya.

(3)   Organisasi Pekerja yang Mewakili Pekerja

Organisasi pekerja dapat mempengaruhi keputusan melalui proses tawar menawar secara kolektif. Tawar menawar tingkat upah, jaminan sosial, jaminan kesehatan, konvensasi, dan jaminan hari tua sangat berpengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan. Perusahaan yang tidak melibatkan organisasi pekerja dalam pengambilan keputusan sering menimbulkan protes-protes yang mengganggu jalannya perusahaan. Sebagai contoh, unjuk rasa buruh yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah sebagai akibat ketidakpuasan para buruh terhadap keputusan sepihak yang diambil perusahaan. Para buruh kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan. Ketidakloyalan para pekerja dan protes-protes buruh adalah akibat dari ketidakpuasan mereka terhadap keputusan yang diambil perusahaan.

Ketidakloyalan yang paling tragis adalah ketika perusahaan sedang mengalami penurunan keuntungan akibat krisis ekonomi, justru para pekerja menuntut kenaikan upah dan jaminan kerja yang lebih tinggi. Tuntutan ini sebagai akibat dari kurangnya kepuasan para pekerja dalam hal upah dan jaminan kerja yang tetap rendah saat perusahaan mendapatkan keuntungan yang tinggi.

(4)   Pemerintah yang Mangatur Kelancaran Aktivitas Usaha

Pemerintah dapat mengatur kelancaran aktiva usaha melalui serangkaian kebijaksanaan yang dibuatnya. Peraturan-peraturan dan perundang-undangan pemerintah sangat berpengaruh terhadap iklim usaha, Undang-Undang Monopoli, Undang-undang Hak Paten, Hak Cipta, dan peraturan yang melindungi dan mengatur jalannya usaha sangat besar pengaruhnya terhadap dunia usaha. Misalnya pemberian hak monopoli dan tax holiday oleh pemerintah terhadap perusahaan mobil “TIMOR” sebagai produk mobil nasional, menjadikan produk perusahaan tersebut menguasai pasaran. Akan tetapi, ketika pemberian hak monopoli dan pembebasan bea masuk dari pemerintah dikurangi maka pasarannya menjadi berkurang.

(5)   Bank Penyedia Dana Perusahaan

Bank selain Berfungsi sebagai jantungnya perekonomian secara makro juga sebagai lembaga yang dapat menyediakan dana perusahaan. Neraca-neraca perbankan yang kurang likuid dapat mempengaruhi neraca-neraca perusahaan yang tidak likwid juga. Sebaliknya neraca-neraca perusahaan yang kurang likwid dapat mempengaruhi keputusan bank dalam menyediakan dan bagi perusahaan. Bunga kredit bank dan persyaratan-persyaratan yang dibuat bank penyandang dana sangat besar pengaruhnya terhadap keputusan yang diambil dalam bisnis. Sebagai contoh, krisis neraca perbankan yang terjadi di Indonesia mengakibatkan krisis neraca perusahaan-perusahaan baik perusahaan skala kecil, menengah, dan besar.
(6) Investor Penanam Modal

Investor penyandang dana dapat mempengaruhi perusahaan melalui serangkain persyaratan yang diajukan. Persyaratan tersebut akan mengikat dan sangat besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan. Misalnya, Investor hanya bersedia menanam modalnya di Indonesia apabila modal yang di Investasikannya menjamin pengembalian investasi (return on investment) yang besar. Untuk itu, para investor sering kali menerapkan persyaratan manajemen mereka, misalnya standart tenaga kerja, standar bahan baku, standart produk, dan aturan lainnya. Jadi, loyalitas investor sangat tergantung pada tingkat kepuasan investor dalam menanam modalnya.
(7) Masyarakat Umum yang Dilayani

Masyarakat umum yang dilayani dapat mempengaruhi keputusan bisnis. Mereka akan merespon dan memberikan informasi tentang bisnis kita. Mereka juga merupakan konsumen yang akan menentukan keputusan-keputusan perusahaan baik dalam menentukan produk barang dan jasa yang dihasilkan maupun dalam menentukan tehnik yang digunakan. Respon terhadap operasi perusahaan, kualitas barang, harga barang, jumlah barang, dan pelayanan perusahaan mempengaruhi keputusan-keputusan perusahaan. Harga dan kualitas barang serta pelayanan perusahaan kepada masyarakat yang kurang memuaskan akan menciptakan citra perusahaan menjadi rusak. Ini berarti loyalitas masyarakat (sebagai bagian dari stakeholders) terhadap perusahaan menjadi rendah sebagai akibat dari rendahnya kepuasan yang mereka terima dari perusahaan.
(8) Pelanggan yang Membeli Produk

Pelanggan yang membeli produk secara langsung dapat mempengaruhi keputusan bisnis. Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan, berapa jumlahnya dan tehnologi bagaimana yang diperlukan sangat ditentukan oleh pelanggan dan mempengaruhi keputusan-keputusanbisnis.

Selain kelompok-kelompok tersebut diatas, beberapa kelompok lain yang berperan dalam perusahaan adalah para stakeholders kunci (key stakeholders) seperti manajer, direktur dan kelompok khusus.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa loyalitas para stakeholders (stakeholders loyalty) sangat tergantung pada kepuasan para stakeholders (stakeholders satisfaction). Menurut Ronald J. Ebert (2000:182), jika seseorang menyenangi suatu pekerjaan, maka ia akan merasa puas. Bila merasa puas maka akan memiliki moral yang tinggi. Mathieu Paquerot (2000) seorang Guru Besar University of La Rochelle Prancis, dalam makalahnya “Stakeholders Loyalty” mengemukakan bahwa kepuasan stakeholders (stakeholders satisfaction) akan mendorong loyalitas para stakeholders (stakeholders loyalty) terhadap perusahaan. Menurutnya, “ … loyalty should help the organization to create differentiation. Loyalty is a barrier to entry for after competitors”. Loyalitas dari para stakeholders dapat mendorong perusahaan untuk menciptakan diferensiasi. Oleh karena loyalitas dapat mendorong diferensiasi, maka loyalitas stakeholders akan menjadi hambatan (barrier) bagi para pesaing. Ingat bahwa diferensiasi merupakan bagian dari generik strategi untuk memenangkan persaingan (Porter, 1998).

8.      Kriteria dan prinsip utilitarianisme

3 PRINSIP UTILITARIANISME

(1)   Suatu kebijaksanaan atau tindakan adalah baik dan tepat secara moral jika dan hanya jika kebijaksanaan atau tindakan tersebut mendatangkan manfaat atau keuntungan,

(2)   Diantara kebijaksanaan atau tindakan yang sama baiknya, kebijaksanaan atau tindakan yang mempunyai manfaat terbesar adalah tindakan yang paling baik,

(3)   Diantara kebijaksanaan atau tindakan yang sama-sama mendatangkan manfaat terbesar, kebijaksanaan atau tindakan yang mempunyai manfaat bagi orang banyak.

3 KRITERIA

(1)   MANFAAT, kebijaksanaan atau tindakan yang baik adalah yang menghasilkan hal yang baik. Demikian pula sebaliknya.

(2)   MANFAAT TERBESAR, kebijaksanaan atau tindakan yang baik adalah yang mendatangkan lebih banyak manfaat daripada kerugian. Sekalipun dalam keadaan rugi, diusahakan menyebabkan kerugian terkecil.

(3)   BAGI SEBANYAK MUNGKIN ORANG, kebijaksanaan atau tindakan yang baik secara moral apabila memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin orang. Sekalipun dalam keadaan rugi, diusahakan menyebabkan kerugian sekecil mungkin bagi sedikit orang.

Kekurangan etika utilitarianisme antara lain adalah :

  1. Konsep “Manfaat” yang begitu luas sehingga pada prakteknya malah menimbulkan masalah. Contoh : Masuknya industrialisasi di daerah pedesaan, “Kasus Riady Connection”, Kasus Impor Beras.
  2. Hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya. Padahal sangat mungkin terjadi suatu tindakan pada dasarnya tidak baik tetapi ternyata mendatangkan keuntungan atau manfaat.
  3. Tidak menghargai kemauan atau motivasi baik seseorang.
  4. Secara khusus sulit untuk menilai (mengkuantifikasi) variabel moral. Contohnya : polusi udara, hilangnya air bersih, kenyamanan dsbnya.

Nilai positif etika ultilitarinisme adalah:

  1. Rasionalitasnya Prinsip moral yang diajukan oleh etika ultilitarinisme tidak didasarakan pada aturan – aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami.
  2.  Universalitas Mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang yang melakukan tindakan itu.
  3. Dasar pemikirannya adalah bahwa kepentingan orang sama bobotnya. Artinya yang baik bagi saya, yang baik juga bagi orang lain.

9.  Syarat bagi tanggung jawab moral, status perusahaan, serta argumen yang mendukung dan menentang perlunya keterlibatan sosial perusahaan

            Syarat bagi Tanggung Jawab Moral

Dalam membahas prinsip-prinsip etika profesi dan prinsip-prinsip etika bisnis, kita telah menyinggung tanggung jawab sebagai salah satu prinsip etika yang penting. Persoalan polemic yang harus dijawab pada tempat pertama adalah manakah kondisi bagi adanya tanggung jawab  moral. Manakah kondisi yang relevan yang memungkinkan kita menuntut agar seseorang bertanggung jawab atas tindakanya.

Paling kurang ada tiga syarat penting bagi tanggung jawab moral. Pertama, tanggung jawab mengandaikan bahwa suatu tindakana dilakukan dengan sadar dan tahu. Tanggung jawab hanya bisa di tuntut  dari seseorang kalua ia bertindak dengan sadar  dan tahu mengenai tindakannya itu serta konsekuensi dari tindakannya. Kalau seseorang  tidak tahu mengenai baik dan buruknya secara moral, dia dengan sendirinya tidak bisa punya tanggung jawab moral atas tindakanya. Kedua, tanggung jawab juga  mengandaikan adanya kebebasan pad tempat pertama.Artinya, tanggung jawab hanya mungkin relevan dan dituntut dari seseorang atas tindakanya itu dilakukan secara bebas. Ini beratrti orang tersebut melakukan tindakan itu bukan dalam keadaan dipaksan atau terpaksa. Ia sendiri secara bebas dan suka rela melakukan tindakan itu. Jadi, kalua seseorang terpaksa atau dipaksa melakukan suatu tindakan, secara moral ia tidak bisa dituntut bertanggung jawab atas tindakanya itu.  Ketiga, tanggung jawab juga mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu. Ia sendiri mau dan bersedia melakukan tindakan itu.

Berdasarkan ketiga syarat di atas, dapat disimpulkan bahwa hanya orang yang berakal budi dan punya kemauan bebas yang bisa bertanggung jawab atas tindakannya, dan karena itu relevan untuk menuntut pertanggung jawaban moral darinya. Bahkan  secara lebih tepat lagi, hanya  orang yang telah dapat menggunakan  akal budinya secara  normal dan punya kemauan bebas atas tindakanya brada  dalam kendalinya dapat  bertanggung jawab secara moral atas tindakanya.

            Status Perusahaan

Perusahaan adalah sebuah badan hukum. Artinya, perusahaan dibentuk berdasarkan hukum tertentu dan disahkan dengan hukum atau aturan legal tertentu. Itu berarti perusahaan adalah bentukan manusia, yang eksistensinya diikat berdasarkan aturan hukum yang sah.

De George secara khusus membedakan  dua macam pandangan mengenai stastus perusahaan . Pertama, melihat perusahaan sebagai sepenuhnya ciptaan hukum, dan Karena itu ada hanya berdasrkan hukum. Menurut pandangan ini, perusahaan diciptakan oleh Negara dan tidak  mungkin ada tanpa Negara.

Kedua, pandangan yang tidak memusatkan perhatian pada status  legal perusahaan melainkan pada perusahaan sebagai suatu usaha bebas dan produktif. Menurut pandangan ini, perusahaan terbentuk oleh orang atau kelompok orang tertentu untuk melakukan kegiatan tertentu dengan cara tertentu  secara bebas  demi kepentingan orang atau orang-orang tadi.

Karena menurut pandangan kedua, perusahaan bukan bentuk negara atau masyarakat, maka perusahaan menetapkan sendiri tujuannya dan beroperasi  sedamikian rupa untuk mencapai kepantingan  para pendirinya.

Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

  • Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah

Setiap kegiatan bisnis dimaksudkan untuk mendatangkan keuntungan.ini tidak bias disangkal.namun dalam masyarakat yang semakin berubah,kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap bisnis pun ikut berubah.karena itu,untuk bias bertahan dan berhasildalam persaingan bisnis modern yang ketat ini,para pelaku bisnis semakin menyadari bahwa mereka tidak bisa begitu saja hanya memusatkan perhatian pada upaya mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya.

  • Terbatasnya Sumber Daya Alam

Argumen ini didasarkan pada kenyataan bahwa bumi kita ini mempunyai sumber daya alam yang terbats.bisnis justru berlangsung dalam kenyataan ini,dengan berupaya memanfaatkan secara bertanggung jawab dan bijaksana sumber daya alam yang terbatas itu demi memenuhikebutuhan manusia.

  • Lingkungan Sosial yang Lebih Baik

Bisnis berlangsung dalam suatu lingkungan sosial yang mendukung kelangsungan dan keberhasilan bisnis itu untuk masa yang panjang.ini punya implikasi etis bahwa bisnis mempunyai kewajiban dan tanggungjawab moral dan sosial untuk memperbaiki lingkungan sosialnya kea rah yang lebih baik.semakin baiknya lingkungan sosial dengan sendirinya akan ikut memperbaiki iklim bisnis yang ada.Dengan semakin sebaiknya kondisi lapangan kerja,kekerasan sosial akibat pengangguran bisa dikurangi atau diatasi.

  • Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan

Keterlibatan  sosial khususnya, maupun tanggung jawab sosial perusahaan secara keseluruhan, juga dilihat sebagai suatu pengimbangan kekuasaan bisnis modern yang semakin raksasa dewasa ini. Alasanya, bisnis mempunyai kekuaswaan sosial yang sangat besar. Bisnis mempengaruhi lingkungan, konsumen, kondisi masyarakat bahkan kehidupan budaya dan moral masyarakat, serta banyak bidang kehidupan lainnya.

  • Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna

Argumen ini mau mengatakan bahwa bisnis atau perusahaan sesungguhnya mempunyai sumber daya yang sangat potensial dan berguna bagi masyarakat. Perusahaan tidak hanya punya dana, melainkan juga tenaga professional dalam segala bidang yang dapat dimanfaatkan atau dapat disumbangkan bagi kepentingan kemajuan masyarakat.

  • Keuntungan Jangka Panjang

Argumen ini mau menunjukan bahwa bagi perusahaan \, tanggung jawab sosial secara keseluruhan, termasuk keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial, merupakan suatu nilai yang sangat positif bagi perkembangan dan kelangsungan perusahaan itu dalam jangka panjang. Dengan tanggung jawab dan keterlibatan sosial tercipta suatu citra yang sangat positif di mata masyarakat mengenai perusahaan itu.

Sumber :

http://jesika-cerberus.blogspot.com/2012/01/teori-etika-bisnis-tugas-softskill.html

bhupalaka.files.wordpress.com

DR. A. Sonny Keraf. 2006. Etika Bisnis. Yogyakarta Kanisiushandoyo74.files.wordpress.com/2007/09/mdl-paket-c-kd-ii111.

elib.unikom.ac.id/download.php?id=50877

http://dianavia.blogspot.com/2011/10/prinsip-prinsip-etika-bisnis.html

http://rika-21.blogspot.com/2012/10/tulisan-prinsip-prinsip-etika-bisnis_20.html

http://mamaulis.blogspot.com/2011/05/etika-bisnis-dan-kewirausahaan.html

elib.unikom.ac.id/download.php?id=32596

fitrinugraheni.files.wordpress.com/2011/08/csr.doc

http://ateisindonesia.wikidot.com/norma-kesusilaan

http://tiwi1990.wordpress.com/2011/11/10/tugas-1-etika-bisnis/                                     

 

 

Leave a comment »

Etika Bisnis

ETIKA BISNIS

1.    Etika

Etika (Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajarinilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar,salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

2.    Etika Sehari-Hari dan Etika Dalam Berbisnis

Kesadaran manusia yang di lakukannya dan mempunyai nilai baik atau tidaknya. Pernahkah anda ketika tertarik dan menginginkan sesuatu atau melihat benda ornglain langsung mengambilnya begutu saja tanpa meminta izin dari oarang yang mempunyainya? tentu saja tidak kan, orang lain akan mengira anda klepto atau pencuri.

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

Contoh sederhana :

Menjelang hari raya Idul Adha, banyak pedagang hewan kurban bermunculan, Praktek nakal para pedagang sapi dilakukan agar sapi terlihat lebih gemuk dan bobotnya lebih berat. Meski sebenarnya telah dilarang, mereka terlihat terang-terangan memberi minum sapi-sapi yang akan dijual. Praktek semacam ini bahkan cenderung kian marak, menyusul tingginya permintaan hewan ternak. Sapi-sapi dipaksa minum air yang dituang dari batang bambu, dengan maksud agar terlihat gemuk, dan bobotnya bertambah. Ironisnya air yang diminumkan merupakan air kotor yang berwarna kehijauan. Praktek nakal penggelonggongan sapi selain merugikan konsumen, juga tergolong penyiksaan terhadap ternak. Bahkan karena terus dipaksa minum air hingga berliter-liter, tak jarang malah membuat sapi lemas dan pingsan.

Berbisnis dilakukan memang untuk mencari laba tetapi kita juga harus ingat tentang etika berbisnis yang baik, bukan semata mata untuk mencari keuntungan saja, bagaimana kalau kita jadi konsumen atau hewan tersebut? Tentu merugikan.

3.    Etika Teleologi dan Etika Deontologi

  • Etika Teleologi

Teleologi berasal dari akar kata Yunani τέλος, telos, yang berarti akhir, tujuan, maksud, dan λόγος, logos, perkataan. Teleologi adalah ajaran yang menerangkan segala sesuatu dan segala kejadian menuju pada tujuan tertentu.

Contoh :

Seseorang belajar rajin, tujuan adalah untuk mendapat deasiswa kuliah ke Luar Negeri.

Telologi di golongkan menjadi 3 yaitu :

  1. Hedonisme

Hedonisme mengorientasikan “kesenangan” sebagai hal terbaik bagi manusia.

  1. Eudaimonisme

Paham teleologis ini menegaskan bahwa tujuan akhir hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia).

  1. Utilitarisme

Dalam utilitarisme, tujuan perbuatan-perbuatan moral adalah memaksimalkan kegunaan     atau kebahagiaan bagi sebanyak mungkin orang.

  • Etika Deontologi

Deontologi berasal dari kata Yunani deon, yang berarti sesuatu yang harus dilakukan atau kewajiban yang harus dilakukan sesuai dengan norma sosial yang berlaku. Istilah ini, digunakan kedalam suatu sistem etika.

Contoh :

Menghormati orang yang lebih tua, Tidak meludah sembarangan, Tidak berkata kotor, kasar, dan sombong.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis

http://www.indosiar.com/fokus/pengglonggongan-sapi-marak_100150.html

Leave a comment »

Karangan Semi Ilmiah Editorial

Jabodetabek Tidak Lagi Menarik

            Bogor- Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi adalah pilihan investor di bandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Kendati luas 0,03 persen dari luas wilayah nasional, pada tahun 2009, kawasan ini menyumbangkan 25,78 persen dari produk domestic regional bruto nasional. Selaintu dorongan dari pemerintah melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga menetapkan jabotabek sebagai lokasi investasi terbesar.

            Dalam jangka panjang Jabodetabek bisa tidak lagi menjadi menarik  bagi investor. Hal ini disebabkan akumulasi dari penurunan daya dukung lingkungan serta tidak meratanya akses terhadap aktivitas ekonomi yang meningkatkan kemiskinan, kriminalitas, dan konflik social. Pertumbuhan lahan terbangun di Jabodetabek yang tidak terkendali mengonversi kawasan pertanian dan kawasan lindung sehingga membuat daya dukung kawasan menurun,

            Hal itu, antara lain, terlihat dari luas ancaman banjir di kawasan Jabodetabek yang terus menaik pada tahun 2000, sebanyak 102 desa di Jabodetabek yang terkena banjir, tahun 2008 sudah mencapai 644 desa terkena banjir. Selain itu infrastruktur juga tidak efisien sehingga menimbulkan kemacetan dan kekumuhan yang semakinparah setiap tahun.

            Sebaiknya pemda kawasan Jabodetabek meningkatkan infrastruktur yang efesien dengan menghilangkan titik lokasi yang terkena banjir, membuat resapan air yaitu penanaman pohon atau  pembuatan sumur resapan untuk mengurangi laju luncuran air kepermukaan dan pemerintah daerah lebih meningkatkan infrastruktur jalur kendaraan agar kemacetan bisa di tuntaskan dengan memberikan lahan parkir, pelalan kaki, pedagang kaki lima. Menghilangkan kekumuhan dengan mendatangi dan memberi pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya lingkungan.

            Dengan infrastruktur yang bagus maka kawasan Jabodetabek akan selalu menarik investor dan memperbaiki aktivitas ekonomi. Selain itu bisa memberi contoh kepada daerah lain untuk meningkatkan daya tarik investor, agar setiap daerah berkembang dan juga mengurangi kemiskinan.

Sumber berita : Kompas

Leave a comment »

PROPOSAL

PROPOSAL

            Proposal adalah usulan untuk melakukan suatu kegiatan. Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanyadi detailkan dalam proposal bisnis:

1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya
2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis
3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Proposal merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Proposal dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan izin atau persetujuan atas kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebuah proposal harus menyajikan hal-hal berikut :

1. Latar belakang
2. Masalah
3. Tujuan
4. Sasaran
5. Pelaksanaan
6. Jadwal Pelaksanaan
7. Anggaran Pelaksanaan
8. Penutup

Sumber : http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2043788-pengertian-proposal/#ixzz1rKnurmsx

 

Contoh Proposal

PROPOSAL KEGIATAN

“ KEGIATAN KEBUDAYAAN INDONESIA KOREA DI KAMPUS GUNADARMA “

Penyelenggara           :

FORUM MAHASISWA GUNADARMA

BEKASI DEPOK SALEMBA

Bekerjasama dengan             :

KOMUNITAS KEBUDAYAAN INDONESIA KOREA JAKARTA

MARET 2012

 I.                    LATAR BELAKANG ( DASAR PEMIKIRAN )

      Setiap negara mempunyai tradisi atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Begitu banyak budaya di dunia yang mempunyai ciri khas tersendiri seperti tari dan kesenian, sebagai seorang seni mereka mampu belajar terus menerus karena bagi mereka seni adalah hidup mereka dan tanpa seni dunia ini sunyi.

      Dengan semakin berkembangnya budaya luar negri terutama Korea yang masuk ke negara Indonesia. Generasi muda yang mengidolakan artis idolanya mempunyai kelompok tersendiri dari acara music sampai seni peran. Secara tidak sadar generasi muda di negara ini akan melupakan budayanya. Masih ada beberapa generasi muda yang tertarik dengan budaya Indonesia, dengan demikian sangat di sayangkan jika mahasiswa membuat festifal budaya asing saja. Hal tersebut memberi inspirasi kepada kita untuk menyatukan budaya seni. Memberi tempat untuk masyarakat kita berkaraya tanpa batas. Karya seni yang indah berbentuk pertunjukan memberikan perhatian yang besar dibanding memperkenalkannya dengan berbagai teori. Sebagi Universitas yang masuk ranking Nasional bahkan dunia dan sudah menjadikan mahasiswa yang berprestasi maka kami berinspirasi untuk menyatukan keindahan seni Indonesia dengan Korea Selatan.

 II.                TUJUAN

Adapun tujuan dari acara yang di buat tersebut, yaitu :

  1. Memperkenalkan budaya seni tari kepada mahasiswa terhadap budayanya sendiri dan budaya korea selatan
  2. Memberi semangat dan menumbuhkan bakat kepada mahasiswa untuk berkreasi dan mencintai budaya tari
  3.  Menjalin pertemanan dengan komunitas pencinta budaya Indonesia dan Korea Selatan
  4. Meningkatkan skill demi daya saing dengan negara lain

 III.             BENTUK KEGIATAN

  1. Menampilkan alat music tradisi Indonesia, seperti : gamelan, gong, angklung, gendrum, kecapi, suling kendang, kolintang dan alat music dari korea selatan yaitu : Gayageum, Haegeum, Daegeum, SogeumJing,  Pungmulbuk, Bak, Pyeonjong, Teukjeon
  2. Menampilkan nanyaian, tari – tarianMenampilkan pertunjukan wayang
  3. Lomba tari dan dance
  4. Fashion show busana ciri khas Indonesia dan Korea Selatan
  5. Pameran Foto budaya Indonesia dan kerajinan tangan seperti ukiran dan anyaman
  6. Jajanan makanan khas Indonesia dan Korea Selatan
  7. Bintang tamu : Pemenang konsestan audisi dance bandung

 IV.             PESERTA

Peserta pada kegiatan ini terdiri dari :

  1. Mahasiswa yang berada di Gunadarma, sebagai panitia dan pengisi acara
  2. Bintang tamu yang berperan mengisi acara hiburan
  3. Masyarakat yang tertarik dengan kebudayaan Indonesia dan Korea

 V.                WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Waktu yang di rencanakan adalah pada awal bulan maret 2012, pelaksanaan di mulai pukul 09.00 – 20.00 di Universitas Gunadarma Depok yang menjadi tuan rumah acara ini.

 VI.             SUSUNAN PANITIA

  1. Forum mahasiswa sejabotabek
  2. Panitia Universitas Gunadarma

 VII.          ANGGARAN KEGIATAN

Pendapatan Anggaran akan di bicarakan dengan pihak yang terkait dari tuan rumah Universitas Gundarma

Sumber dana :

  1. Universitas Gunadarma’
  2. Departemen kebudayaan Indonesia dan Korea Selatan
  3. Donatur Pribadi

 VIII.       PENUTUP

 Demikian proposal kegiatan ini kami susun dengan harapan memperoleh bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, Atas perhatian dukungan dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.

http://www.gunadarma.ac.id

Leave a comment »

Dampak Perdagangan Bebas Bagi Lulusan S.E

Dampak Perdagangan Bebas Bagi Lulusan S.E

 

            Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.

Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.

Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.

http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_bebas

            Semakin bertumbuhnya perekonomian di Indonesia, perusahaan maupun pemerintahan seperti kantor perpajakan terus membutuhkan sumber daya manusia yang bagus, tidak hanya ilmu tapi keterampilan sangatlah penting. Pemerintahan  pajak merupakan sumber penerimaan negara terbesar. Kenyataan menunjukan bahwa porsi sumber penerimaan Negara tinggi adalah berasal dari pajak, yaitu kuarang lebih 70%.

Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Selasa (2/2), menyatakan, pemerintah harus tetap mempertahankan kebijakan kesehatan yang pro-rakyat. Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan obat murah harus dipertahankan agar rakyat tetap bisa mendapatkan haknya untuk sehat.

Pernyataan Siti ini diutarakan terkait kekhawatiran soal pengaruh perdagangan bebas Cina-Asean (CAFTA) awal 2010. Kebijakan itu dikhawatirkan tak hanya mempengaruhi sektor riil perekonomian Indonesia, tapi juga bisa mengarah pada layanan kesehatan.

Salah satunya adalah makin banyaknya rumah sakit internasional yang akan masuk ke Indonesia. Dampaknya adalah biaya kesehatan akan ditentukan oleh pelaku industri rumah sakit, industri obat, dan juga alat kesehatan. Harga obat yang kini dirasakan kian mahal juga akan makin melambung. Itu karena tidak adanya kewenangan penetapan harga obat oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan.

Berlakunya CAFTA diperkirakan lebih dari tujuh ribu produk obat dan kosmetik asal Cina dan Asean membanjiri pasar Indonesia tanpa bea masuk dan pengawasan ketat. Dengan begitu dikhawatirkan masyarakat juga tidak bisa terlindungi dari obat-obatan yang berbahaya.(IAN)

berita.balihita.com / Perdagangan Bebas Ancam Layanan Kesehatan

            Hal tersebut tentu saja berdampak pada lulusan sarjana ekonomi yang harus terus cermat dalam menghadapi AFTA. Sebelum adanya AFTA saja produk – produk yang salah satunya dari cina sudah ada di mana – mana, apa lagi dengan adanya perdagangan bebas, pengusaha dalam negri bisa mengalami gulung tikar karena produk luar negri terutama cina sangat murah dan bagus di bandingkan produk dalam negri padahal jenis produknya sama. Dalam kasus ini sarjana lulusan ekonomi bekerja keras untuk menghadapi para pesaing yang terus menerus berkembang dengan mengatur dan membuat strategi untuk menghadapi dan mengalahkan produk luar negri agar produk dalam negri tetap di cintai masyarakat kita.

Leave a comment »

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai