Dampak Perdagangan Bebas Bagi Lulusan S.E

Dampak Perdagangan Bebas Bagi Lulusan S.E

 

            Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.

Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.

Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.

http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_bebas

            Semakin bertumbuhnya perekonomian di Indonesia, perusahaan maupun pemerintahan seperti kantor perpajakan terus membutuhkan sumber daya manusia yang bagus, tidak hanya ilmu tapi keterampilan sangatlah penting. Pemerintahan  pajak merupakan sumber penerimaan negara terbesar. Kenyataan menunjukan bahwa porsi sumber penerimaan Negara tinggi adalah berasal dari pajak, yaitu kuarang lebih 70%.

Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Selasa (2/2), menyatakan, pemerintah harus tetap mempertahankan kebijakan kesehatan yang pro-rakyat. Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan obat murah harus dipertahankan agar rakyat tetap bisa mendapatkan haknya untuk sehat.

Pernyataan Siti ini diutarakan terkait kekhawatiran soal pengaruh perdagangan bebas Cina-Asean (CAFTA) awal 2010. Kebijakan itu dikhawatirkan tak hanya mempengaruhi sektor riil perekonomian Indonesia, tapi juga bisa mengarah pada layanan kesehatan.

Salah satunya adalah makin banyaknya rumah sakit internasional yang akan masuk ke Indonesia. Dampaknya adalah biaya kesehatan akan ditentukan oleh pelaku industri rumah sakit, industri obat, dan juga alat kesehatan. Harga obat yang kini dirasakan kian mahal juga akan makin melambung. Itu karena tidak adanya kewenangan penetapan harga obat oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan.

Berlakunya CAFTA diperkirakan lebih dari tujuh ribu produk obat dan kosmetik asal Cina dan Asean membanjiri pasar Indonesia tanpa bea masuk dan pengawasan ketat. Dengan begitu dikhawatirkan masyarakat juga tidak bisa terlindungi dari obat-obatan yang berbahaya.(IAN)

berita.balihita.com / Perdagangan Bebas Ancam Layanan Kesehatan

            Hal tersebut tentu saja berdampak pada lulusan sarjana ekonomi yang harus terus cermat dalam menghadapi AFTA. Sebelum adanya AFTA saja produk – produk yang salah satunya dari cina sudah ada di mana – mana, apa lagi dengan adanya perdagangan bebas, pengusaha dalam negri bisa mengalami gulung tikar karena produk luar negri terutama cina sangat murah dan bagus di bandingkan produk dalam negri padahal jenis produknya sama. Dalam kasus ini sarjana lulusan ekonomi bekerja keras untuk menghadapi para pesaing yang terus menerus berkembang dengan mengatur dan membuat strategi untuk menghadapi dan mengalahkan produk luar negri agar produk dalam negri tetap di cintai masyarakat kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: