I Remember

I Remember

        Konon ketika dini hari yang sunyi berselimut udara dingin tepat pukul 02.15 tanggal 08 September 1991 terdengar suara tangisan seorang bayi perempuan bertubuh mungil, orang-orang di sekelilingnya pun tersenyum lepas dan bahagia. Mereka yang menyaksikannya selalu bercerita tentang bayi itu sewaktu ia  balita, kau tau apa yang tidak pernah aku duga?

Seorang suster hampir saja menukar bayi itu dengan bayi orang lain yang katanya salah satu dari ibu yang melahirkan bayinya berjenis kelamin laki-laki pada hari yang sama, keluarga mereka menginginkan seorang bayi perempuan, entah dari mana asalnya ide ini tetapi suster tersebut ingin menukarnya. Bayi perempuan itu berhasil di angkat dari ranjang bayi tersebut dan ingin membawanya ke keluarga bayi laki-laki, suster tersebut tidak melihat kalau ada seorang ayah yang sangat sayang dengan anak perempuannya dan anak yang pertama  lahir selalu melihatnya di balik jendela. Ketika ayah dari bayi perempuan melihat perbuatan suster itu, tidak berfikir panjang ayah segera menemuinya dan bertanya “Suster anak saya mau di bawa kemana?”

Suster itu terkejut “Loh ini anak bapak ya?” bayi perempuan itu sambil di lempar ke tempat tidur dan terguling.^0^ hahahaha Aku pun tertawa ketika mendengar cerita itu dan aku pun bertanya siapa bayi itu?  Ternyata bayi perempuan itu mempunyai nama yang bernama Setevy Ika Sukmawati yang berzodiac virgo, itulah aku yang belum lama lahir sudah mendapat KDRT ^0^ hahaha

Mungkin saat bayi sudah terbentur kepalanya dengan ranjang jadi saat balita dan remaja aku sangat bandel, terutama Ibu yang kualahan mengajari ku supaya jadi wanita yang cantik, karena aku dulu tomboy dan benar-benar cuek. Entah terbentur lagi atau tidak kini ku mulai dewasa dan menjadi wanita sesungguhnya.

            Saat masih dalam pengawasan, bimbingan kedua orang tua aku sangat tertekan, rasanya ingin berontak dan berteriak tetapi ku tidak bisa melakukannya dan yang bisa ku lakuakn hanya menangis saat di larang ayah atau pun ibu, ayah sering sekali meminta bantuan ku untuk menyelesaikan pekerjaannya. Setiap hari libur semua teman –teman bersanatai ada juga yang pergi jalan – jalan, tetapi akupun tidak merasakannya kesenangan itu. Pagi hari sekitar jam 07.00 sudah harus bangun dan membersihkan rumah, tidak boleh menyalakan televisi yang hanya boleh di nyalakan hanya radio ataupun komputer sekedar untuk bisa di dengar saja supaya pekerjaannya bisa cepat selesai. Ibu ku juga demikian suka meminta bantuan ku untuk menyelesaikan pekerjaanya seperti mencuci piring, memotong sayuran, dll.

            Setelah ku meranjak dewasa dan mempunyai adik laki – laki yang kini sudah kelas 2 SMP  bersekolah di salah satu sekolah swasta yang tidak jauh dengan rumah dan mempunyai sifat bandel, ya mungkin sama dengan ku dulu tetapi kata ibu lebih bandel dia. Aku sadar akan kerasnya kedua orang tua mendidik ku dulu karena sekarang secara tidak sadar aku juga sering mendidik adik ku yang begitu bandel yang sekali ataupun dua kali dia tidak mengerti. Ya mungkin lagi masa perkembangan tetapi masaperkembangan juga ada batasnya, kalau keluar dari jalur ya perlu di tegur. Sedikt pengalaman dan ilmu sewaktu ayah dan ibu dulu dan sampai sekarang mengajarkan ku berbagai hal, kini ku mengerti pekerjaan dan mengerti apa yang harus ku lakukan saat menghadapi situasi kapanpun dan dimanapun. Ayah pernah bilang, “ Ayah tidak ingin meningalakan harta saja tetapi ayah ingin meninggalkan ilmu karena ilmu tidak akan habis”.

    Itulah yang sering ayah katakana pada ku. Aku sayang Ibu dan Ayah ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: